24 Jan 2020 13:04

Perbedaan Pemikiran Jihad dengan Takfiri

Oleh Syaikh Abu Mush‘ab as-Suri

Pemikiran jihad dilandaskan pada upaya menyatukan kaum muslimin untuk melawan musuh-musuh mereka, yaitu Yahudi dan Nashrani yang merampas negeri mereka, sedangkan filsafat takfir didasarkan atas pengafiran umat manusia dan bara’ah dari mereka serta menganggap hanya kelompoknya saja yang termasuk kaum muslimin, maka pemikiran Jihadi tidak mungkin bersatu dengan pemikiran Takfiri.

Adapun jika ditinjau dari sudut pandang syariah, kami katakan bahwa dalam masalah takfir telah terjadi sikap berlebihan dan meremehkan. Kami tegaskan pula bahwa sesungguhnya yang lebih banyak menyakiti kami sebagai jemaah mujahidin adalah mereka yang berlebihan dalam takfir hingga mereka mengafirkan kaum muslimin dan mereka dianggap sebagai bagian dari kami. Mereka mengafirkan semua aktivis Islam yang masuk parlemen (tanpa kecuali), mereka juga mengafirkan kibarul ulama’ oleh sebab tidak mengafirkan para penguasa, maka ini bukanlah jalan jihad.

Lalu kemudian antek-antek intelijen internasional memperhatikan dan mengetahui bahwa masalah takfir —yang ditujukan- terhadap umat Islam inilah yang dapat memisahkan para mujahidin dari kaum muslimin, hingga mereka sendirilah yang membuat makar dalam memunculkan kelompok Takfiri dengan cermat dan sempurna seperti yang telah terjadi dalam jihad di Al Jazair.

Penulis: Abu Mush'ab As Suri