01 Feb 2021 00:33

Para Rasul Diutus untuk Mengatur Politik Dunia dengan Agama

Oleh Syaikh ash-Shadiq bin ‘Abdillah al-Hasyimi

Para Rasul diutus untuk mengatur politik dunia dengan agama.

جاء في الصحيحين عن أبي هريرة رضي الله عنه ﻋﻦ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ، ﻗﺎﻝ: "ﻛﺎﻧﺖ ﺑﻨﻮ ﺇﺳﺮاﺋﻴﻞ ﺗﺴﻮﺳﻬﻢ اﻷﻧﺒﻴﺎء، ﻛﻠﻤﺎ ﻫﻠﻚ ﻧﺒﻲ ﺧﻠﻔﻪ ﻧﺒﻲ، ﻭﺇﻧﻪ ﻻ ﻧﺒﻲ ﺑﻌﺪﻱ"...الحديث.

Sebagaimana disebutkan di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan di dalam sohihain(kitab Sohih Bukhori dan Muslim). Dari Abu Huroiroh -RodhiyaAllahu 'anhu- dari Nabi -shallallahu alaihi wasalam- bersabda : “Dahulu kala kaum Bani Isroil diatur dan dikendalikan (dipolitiki) oleh para Nabi, setiap kali Nabi tersebut meninggal, Allah mengutus Nabi lainnya untuk mengatur dan mengendalikan mereka. Dan sesungguhnya tidak akan ada Nabi kelak setelahku(Nabi Muhammad saw)...”

Para Rosul telah menegakkan keadilan di muka bumi ini, dan dengan keadilan pulalah mereka diutus. Dan jelas yang telah kita ketahui bersama, bahwa pondasi segala keadilan...dan bahwa yang paling tinggi dan penting dari setiap bentuk keadilan adalah menegakkan hak Allah di muka bumi ini, supaya Allah meridhoi kita dan memberikan keberkahan dan taufik kepada kita..maka dari itu mereka para Rasul mengatur dan mengendalikan politik dunia dengan agama.

Dan agama tidak boleh keadaanya menjadi seperti keadaan para penyembah dunia (yaitu jika mendapat imbalan dunia dia ridho, dan jika tidak mendapat imbalan apa-apa marah dan gundah) sebagaimana Nabi menjelaskan sifat mereka di hadis-hadis.

Akan tetapi yang benar dalam masalah mengatur dunia dan berpolitik, adalah harus sesuai dengan agama di dalam segala aspek-aspeknya.

Syi'ar-syi'ar mereka, sebagaimana syi'ar orang yang selalu bahagia :

إن أعطي شكر وإن ابتلي صبر وإذا أذنب استغفر.

“jika Allah beri nikmat bersyukur, dan jika Allah beri cobaan bersabar, dan jika melakukan dosa dan kesalahan beristighfar”

Maka dari itu, para Rasul tidak pernah diutus dengan tujuan untuk mendakwahkan manusia agar selalu mengejar dan berangan-angan demi dunia. Karena hakekatnya menurut kebanyakan manusia, bahwa dunia ini diciptakan untuk melayani manusia, dan juga hakekatnya kebanyakan manusia berlomba-lomba memperebutkan dunia. Akan tetapi para Rasul sebaliknya, mereka diutus demi menegakkan agama dan hak Allah, dikarenakan mereka mengetahui dan memahami bahwa hak Allah selalu terdepan dan selalu harus didahulukan. Dan juga dikarenakan mereka mengetahui bahwa semua berkah tidak akan turun untuk mereka melainkan dengan cara memperbaiki hubungan dengan Allah. Dan juga dikarenakan mereka mengetahui bahwa setiap keadaan buruk tidak bisa diperbaiki melainkan dengan cara memperbaiki dahulu hubungan kita dengan Allah... Dikarenakan Allah adalah Sang Maha menciptakan, Maha memerintah, Maha memiliki segala kekuasaan, dan memiliki segala perbendaharaan.

Maka dari itu, dakwah penegakkan agama dan dakwah kepada penegakkan syariat Rasulullah -shallallahu alaihi wasalam- adalah inti dari hakekat penegakkan dunia yang berkah, kuat dan selalu Allah beri pertolongan.

(وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ) [سورة النور : 55].

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (An-Nūr):55 *Komentar saya :

ayat di atas menjelaskan syarat-syarat agar Allah memberikan kekuasaan dan kekuatan di muka bumi. Yaitu bertauhid sebenar-benarnya tauhid dan tidak melakukan kesyirikan, apapun bentuk kesyirikannya.

________________

Alih bahasa :
Abu Musa al-Mizzy