30 Jun 2020 09:47

Mewaspadai Ulama Sultan, Qari Pasar, dan Ahli Ibadah yang Suka Pamer

Oleh Abu Qatadah al-Filisthini

Berkata Sufyan Ats-Tsauri: 9:

إحذر في زمانك ثلاثة؛عالم سلطان، وقارئ سوق ، وعابد سطوح

“Waspada tiga hal di zamanmu; alim sultan (penguasa/pemerintah), qari pasar, dan ahli ibadah yang suka pamer.”

Sufyan Ats-Tsauri dengan perkataan hikmah ini mengumpulkan tiga jeratan Iblis pada orang awam yang menyeretnya menjadi tersesat karena sebab mereka. Tiga kelompok tersebut memiliki penerimaan yang besar di dalam hati manusia, yaitu orang alim, hafizh quran dan ahli ibadah. Posisi mereka sangat tinggi dihadapan manusia sekaligus berpotensi merusaknya, sebab itu wajib mewaspadainya.

Tiga kelompok tersebut disuatu masa kadang keberadaanya banyak dan di zaman lain mereka langka. Kadang pula situasi ini bisa diterjemahkan dengan gambaran lain, karena keindahan itu bisa subjektif di waktu dan tempat yang berbeda. Maka hendaknya kamu cerdas dan menjauh dari terperosok di lembah kesesatan.

Alim sultan, aktivitasnya dengan menghiasi al-haq agar selaras dengan penguasa. Kadangkala juga dengan tindakannya mengkoleksi kekayaan dan mencintai harta yang merupakan ciri umum para penguasa, pemabuk dunia dan orang-orang royal. Mereka dikenal miskin waro’, membenci nasehat dan peringatan. Tingkatan terparah melakukan penentangan amar maruf nahi mungkar. Bila ilmu di semir dengan dunia mengindikasikan ilmunya telah hilang karena terkalahkan oleh hawa nafsu, kenyamanan hidup dan syahwat.

Semoga Allah merahmati Ats-Tsaury, orang yang paling kuat membongkar tabir hawa nafsu ini, yang paling menjaga jarak dari ketiga kelompok tersebut dan yang paling mendapat bashirah untuk jeli melihat efek bersahabat dengan ketiga keompok itu di eranya.

Kadang pula, alim sultan diartikan sebagai orang yang membenci bermajlis dengan para fuqara. Mereka lebih nyaman bergaul dengan orang-orang yang glamor dengan dunia. Itulah teman-teman disekitar mereka.

Sedangkan qari pasar, telah tampak banyaknya kerusakan mereka hari ini. Setiap orang menyangka, suaranya yang indah dan fasih bukti bahwa dia pemilik al-haq dan hikmah, dia berhak berfatwa dan posisinya otomatis naik menjadi ahlul ilmi hanya karena indikasi manusia mencintai karena suaranya yang bagus. Dia memperdengarkan bacaanya yang indah pada khayalak lalu berbicara ini itu sesuai dengan hawa nafsunya, seenak perutnya dia sendiri, padahal merupakan tindak kejahatan pidana luar biasa.

Menjamurnya ahli qiraat dan sedikitnya ulama merupakan ancaman bahaya bagi umat. Sebab itu siapapun yang menyandangkan namanya dengan Al-Quran hendaknya menjaga dien Allah untuk dirinya agar tidak sesat.

Sedangkan ahli ibadah yang suka pamer, kita melihatnya hari ini membawa sajadah kemanapun dia pergi. Lisannya selalu basah dengan wiridan khususnya orang-orang sufi. Mereka ini banyak sekali berbuat bidah. Dengan ibadahnya dia menipu manusia dan merusak dien mereka.

Bila tiga sifat tadi terkumpul pada diri seseorang tanpa sifat-sifat buruk yang telah dijelaskan, dia akan menjadi orang alim. Seandainya tidak akrab dengan orang-orang ahli dunia dan penguasa. Dia adalah qari yang tulus membaca Kitab rabb kita, dia ahli ibadah yang tenggalam dalam puncak malam di dalam rumahnya agar diennya selamat dan ikhlas untuk Allah. Pada saat itu siapa yang diberi petunjuk sungguh dia telah mendapat pentunjuk menjadi imam.

Sekarang kamu bisa memenuhi kertasmu dengan daftar nama-nama orang-orang yang kamu kenal memiliki sifat buruk tersebut. Kita memohon pada Allah ampunan dan keselamatan, jangan kalian mendekat pada mereka.

Hari ini, pikiran saya terbang menyaksikan kondisi seseorang yang telah mencapai posisi kemuliaan sebagai mujahid yang diakui oleh manusia, namun sejurus kemudian berbalik menjadi musuh yang kekeh melawan dien Allah ta’ala. Andai kamu melihatnya kamu menjadi jijik, jika kamu mendengar informasinya kamu akan keheranan. Seseorang berubah dari satu keadaan berbalik menuju kondisi lain, dia bukan hanya terjungkal pada kemurtadan, tetapi berupaya melakukan kerusakan dan merusak umat.

Tidak perlu takjub dengan kejatuhan manusia dan transformasinya, jangan heran dengan perubahannya menuju sesuatu yang Allah murkai. Hati ini dalam genggaman Allah. Siapa yang dicintaiNya dia akan bertambah taat. Dia akan makin semangat dalam beragama, dia akan mendapat petunjuk diatas petunjuk. Tetapi bila Allah murka pada hati, Allah akan berpaling darinya bahkan hanya dari sekedar menyebut namanya.

Saat aku merenungi kondisi orang ini, aku melihat indikasi kegilaan pada sum’ah, kegilaan pada ketenaran, dan aku melihat sesuatu yang aku takuti; benci pada orang-orang miskin, fuqara, dan bergaul dengan mereka.

Pahami wahai hamba Allah, setiap kamu naik derajatmu, maka resiko kejatuhanmu juga makin tinggi karena ujianmu akan semakin besar. Bila kamu tidak memahami hal ini, maka kamu tidak bisa memahami apapun.

Pahami, seluruh perkataan yang kamu pelajari beresiko, dan hal tersebesar yang harus kamu jaga adalah kamu harus meningkatkan ketakutanmu dari munculnya akibat buruk. Alahuma rahmati kami, ampuni kami, selamatkan kami dan maafkan kami.

Disalin dari Mewaspadai Ulama Sultan, Qari Pasar Dan Ahli Ibadah Yang Suka Pamer

Penulis: Syeikh Abu Qatadah Al-Falestini hafizhahullah
Penerjemah: Zen Ibrahim