22 Jan 2020 21:10

Mencaci Musuh Allah dengan Lisan adalah Perbuatan Terpuji

Oleh Syaikh ‘Isham bin Muhammad al-Burqawi

Al Imam Muslim meriwayatkan di dalam Shahih-nya dari ‘Aisyah radhiallahu 'anha bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda seraya meng-khithab-i para sahabatnya,
أهجوا قريشاً فإنّه أشدّ عليهم من رَشقِ بالنّبل
“Hinalah orang-orang Quraisy itu karena hinaan itu lebih dahsyat pengaruhnya terhadap mereka daripada hujanan panah.”

Dan di dalamnya ada ungkapan Hasan,
والّذي بعثك بالحق لأفرينّهم بلساني فري الأديم
“Demi Zat yang telah mengutusmu dengan al haqq, sungguh saya akan robek-robek mereka dengan lisan saya ini seperti dirobek-robeknya kulit.”

Ini bila masalahnya adalah masalah hinaan dan jawaban akan cacian orang-orang musyrik, maka apa gerangan bila maksud utama di balik itu adalah perealisasian tauhid dengan kafir terhadap thawaghit dan bara'ah darinya dengan cara menelanjanginya di hadapan manusia, membongkar keboborokannya, serta menyingkap kepalsuannya, maka ini tidak diragukan lagi tergolong bentuk taqarrub kepada Allah, adalah perbuatan terpuji, dan mencaci musuh-musuh agama dengan lisan itu adalah sesuatu yang patut dipuji.

Sumber: Syaikh Abu Muhammad ‘Ashim Al Maqdisiy, Membongkar Kekafiran Negara Saudi, (Diterjemahkan oleh: Abu Sulaiman Aman Abdurrahman), hlm. 9

Penulis: ‘Ashim Ibn Muhammad Al Burqawi
Penerjemah: Abu Sulaiman Al Akrhabili