Jihad di Jalan Amerika

05 Nov 2018 12:42
Oleh Syaikh Nashir bin Hamd al-Fahd

Segala puji bagi Allah, selawat dan salam atas Rasulullah. Wa ba'du;

Akhir akhir ini, kami telah mendengar kabar tentang jihad dan bertambahnya perlawanan bersenjata terhadap orang orang salibis di 'Iraq. Di sisi lain, kamipun telah mengetahui posisi negara yang bernama Sa'udi terhadap perlawanan tersebut dan sikap mereka yang mengkriminalkan usaha untuk membantu perlawanan tersebut. Dalam lembaran lembaran ini, kami tidak bertujuan untuk menyampaikan dalil akan masyru'iyyah-nya jihad dan usaha untuk membantu jihad karena ini ada tempatnya tersendiri. Akan tetapi saya hendak menjelaskan akan sikap munafiknya negara ini dengan menarik perbandingan singkat antara sikapnya terhadap jihad Afganistan yang dulu saat melawan Rusia dengan jihad Afganistan dan 'Iraq sekarang yang melawan Amerika.

Pertama
Rusia mengirim ekspedisi militer menyeluruh untuk menjajah negeri Afganistan (saja) kemudian membentuk pemerintahan bonekanya disana, sedangkan Amerika telah mengirim ekspedisi militer menyeluruh untuk menjajah negeri Afganistan dan 'Iraq, kemudian membentuk pemerintahan bonekanya di sana. Sa'udi tidak mengakui pemerintahan Rusia di Afganistan, akan tetapi mengakui pemerintahan Amerika di Afganistan dan di 'Iraq.

Kedua
Sa'udi telah menyemangati mujahidin Afganistan dan mendukung mereka secara materi dan moral, akan tetapi ia mengkriminalkan para mujahidin di 'Iraq dan melarang untuk membantu mereka, bahkan telah menganggap tindakan yang menolong mereka sebagai tindakan kriminal, walaupun hanya dengan qunut dan doa untuk kebaikan mereka.

Ketiga
Sa'udi telah membiarkan para syekh-syekh yang mendukung dan memfatwakan jihad Afganistan, akan tetapi sekarang ia telah mengkriminalkan segala fatwa yang mendukung jihad di 'Iraq, bahkan ia telah menjadikan para syekh untuk memfatwakan akan haramnya jihad di 'Iraq dan haram mendukungnya.

Keempat
Sa'udi telah mendukung para pemuda yang pergi bejihad ke Afganistan dan bahkan telah memberi diskon hingga mencapai 75%, akan tetapi ia telah mengkriminalkan pergi berjihad ke 'Iraq, dan barang siapa yang pergi berjihad ke sana kemudian tertangkap maka tempatnya adalah dalam kegelapan penjara !

Kelima
Sa'udi telah mengundang komandan komandan jihad Afganistan dan memberi kesempatan kepada mereka untuk menyampaikan pidato di negeri Sa'udi. Akan tetapi bersama sama dengan kaum salibis, Sa'udi mengejar ngejar komandan-komandan jihad 'Iraq.

Hasil yang didapat dari perbandingan singkat ini:
• Ketika jihad di Afganistan berhadapan dengan musuhnya Amerika dan bermanfaat bagi kepentingan Amerika, maka bagi Sa'udi jihad tersebut adalah jihad fi sabilillah, para syekh-syekh boleh berfatwa untuk mendukungnya, serta para pemuda yang ikut berjihad mendapatkan berbagai kemudahan dan disebut sebagai mujahid.
• Ketika jihad sekarang di Afganistan dan di 'Iraq adalah melawan Amerika dan kepentingan kepentingannya, maka jihad seperti ini adalah tindakan terorisme, ekstrem, dan ghuluw dan para pelakunya dikejar kejar dan dibunuh, serta barang siapa yang membantu mereka dengan fatwa atau dengan harta maka akan dipenjara, apalagi membantu dengan personal. Para syekh-syekh tidak dibolehkan untuk berfatwa mendukung mereka, bahkan sebaliknya berfatwa untuk mengharamkan pergi ke "Iraq dan bahwa aktivitas yang berlangsung disana adalah aktivitas terorisme, bukan jihad.

Masalahnya adalah sangat jelas sekali, yaitu bahwa negara ini tidak mengenal jihad fi sabilillah (jihad di jalan Allah )dan yang selainnya. Yang ia kenal hanyalah "Jihad di jalan Amerika".[1] Apa yang diperbolehkan oleh kaum salibis, maka mereka pun memperbolehkan dan mengajak untuk melaksanakannya, dan apa yang tidak maka mereka melarangnya.
ﻭﺍﻟﻠﻪ ﻏﺎﻟﺐ ﻋﻠﻲ ﺃﻣﺮﻩ ﻭﻟﻮ ﻛﺮﻩ ﺍﻟﻜﺎﻓﺮﻭﻥ

Catatan kaki:
[1] Demikian juga bantuan Sa'udi bagi para mujahidin Afganistan dulu adalah karena demi kepentingan Amerika di daerah tersebut, persis seperti bantuan negara yang bernama Sa'udi ini pada tahun 80-an masehi saat masa pemerintahan Presiden Reagan, di mana Sa'udi telah membantu revolusi di Nikaragua (sebagaimana yang dinyatakan sendiri oleh presiden Amerika) karena revolusi disana menguntungkan kepentingan Amerika. Sebab kalau tidak begini, maka kedua pihak yang berselisih di sana sama sama kafir dan daerah itu sangat jauh sekali serta tidak ada kepentingan kaum muslimin di sana. Tapi itukan jihad di jalan Amerika!!!

Penulis: Nashir Ibn Hamad Al Fahad
Editor: Muhammad Ibn Yusuf Al 'Umari

Nashir Al Fahd

  • 234