03 Sep 2020 09:09

Hukum Minta Maaf kepada Manusia

Oleh Syaikh Dr. Muhammad bin Rizq ath-Tharhuni

Pertanyaan:

Salamullah ‘alaikum wa rahmatuhu wa barakatuh.

Syaikhuna Al Fadhl, ahsanallahu ilaikum.

Apa hukum meminta maaf kepada sesama manusia? Dan apa dalilnya?

Penanya: M. Febby Angga

Jawaban:

Wa ‘alaikumussalam wa rahmatullahi wa barakatuh.

Barang siapa menyakiti/menyinggung saudaranya, maka ia telah zalim kepadanya. Kezaliman secara mutlak adalah haram. Oleh karena itu, maka wajib bagi ia meminta maaf atas kezaliman yang ia lakukan kepadanya sebelum pembalasan darinya pada Hari Kiamat.

Sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ كَانتْ عِنْدَه مَظْلمَةٌ لأَخِيهِ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ مِنْ شَيْءٍ فَلْيتَحَلَّلْه ِمِنْه الْيَوْمَ قَبْلَ أَلَّا يكُونَ دِينَارٌ وَلَا دِرْهَمٌ، إنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلَمتِهِ، وإنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ حسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سيِّئَاتِ صاحِبِهِ، فَحُمِلَ عَلَيْهِ

“Barang siapa pernah berbuat zalim kepada saudaranya terhadap kehormatannya atau yang lain, hendaknya meminta orang tersebut menghalalkan dirinya dari perbuatan aniaya tersebut hari ini sebelum datang hari tidak ada uang Dinar dan Dirham. Apabila ia memiliki amal saleh, maka akan diambil amal saleh darinya sebanding dengan perbuatan kezalimannya. Apabila tidak memiliki amal saleh, maka akan diambilkan dosa saudaranya dan dilimpahkan kepada dirinya.” (Riwayat Al Bukhari)

Penjawab: Syaikh Dr. Muhammad bin Rizq Ath Tharhuni
Penerjemah: M. Febby Angga
Sumber: WAG Muntada at-Tawashul ma‘a D. Tharhuni