26 Nov 2018 11:21

Hukum Menjadi Dokter di Pemerintahan Rafidhah

Oleh Syaikh ‘Abdurrahman bin Mushthafa al-Qaduli

Adapun departemen kesehatan, kita akan membicarakan tentang dokter, perawat, apoteker, dan para pegawai di bidang administrasi seperti penjualan kartu dan pegawai lainnya:

A. Para dokter di rumah sakit:

1. Bila mereka itu mengobati para tentara dan polisi yang terluka dalam peperangan melawan mujahidin, maka para dokter semacam itu termasuk ansar tagut karena si tentara dan polisi itu bila dia sembuh, maka dia akan kembali memerangi mujahidin fi sabilillah di posisi mana pun di dua departemen ini. Sedangkan alasan takut kepada keselamatan diri itu bukan uzur karena si dokter itu bisa saja meninggalkan pekerjaannya di rumah sakit-rumah sakit itu dan pindah ke rumah sakit swasta atau dia buka praktek khusus karena pekerjaan ini menyelisihi 3 syarat dari syarat-syarat yang disebutkan ulama dalam kebolehan bekerja pada orang-orang kafir, yaitu pekerjaannya itu mendatangkan bahaya bagi bagi mujahidin, dan pekerjaan ini tidak dibolehkan syariat yang hanif ini, yaitu mengobati orang yang berperang di jalan tagut, dan pekerjaannya ini menguatkan murtadin dalam memerangi kaum muslimin.

2. Bila si dokter ini memberikan info kepada dinas pemerintah terkait tentang mujahidin yang diobatinya, maka dengan tindakannya ini berarti si dokter itu tergolong orang-orang yang membantu kaum murtad dalam memerangi kaum muslimin, sedangkan tindakan ini adalah perbuatan yang mengeluarkan dari islam, dan tidak ada uzur bagi seorang pun dari mereka itu, dan kami sedah jelaskan hukum Allah perihal tentara dan polisi itu.

3. Bila si dokter itu enggan mengobati mujahidin yang luka di rumah sakit itu padahal dia mengetahui (bahwa itu mujahidin), bila keengganannya itu karena rasa takut terhadap dirinya sendiri, maka dia dosa. Tapi bila dia itu enggan mengobatinya karena si pasien itu teroris dan dia mengetahui (menyakini) bahwa mereka itu teroris yang ingin menegakkan syariat Allah Ta'ala, dan dia enggan mengobatinya karena sebab ini, maka dia tergolong orang yang mengumumkan perang terhadap Islam dengan sebutan teroris...

(Syirkuth Tha'ah, 133)

Sumber: Saluran Telegram, Just Sharing