26 Nov 2019 04:03

Betapa Mengagumkannya An Nawawi

Oleh Syaikh Ahmad Jibril

Lihatlah An Nawawi rahimahullah yang menulis hingga berjilid-jilid. Yang mengagumkan dari lelaki ini adalah beliau wafat ketika beliau hanya beberapa tahun lebih tua dariku sekarang ini. Ia wafat ketika berumur 44 tahun. Tahukah kamu bahwa beliau baru mulai menulis ketika umur tiga puluhan? Hari ini orang-orang hanya ingin lompat ke khotbah dan memberikan ceramah. Beliau mulai menulis di usia tiga puluhan. Beliau menulis Syarah Shahih Muslim, Riyadhush Shalihin, al-Adzkar, al-Majmu’, Minhaj fil-Fiqh, at-Tibyan fi Adab Hamalat al-Qur’an, sebuah buku hebat tentang adab orang-orang yang membawa Al Qur'an, Al Idhah, Bustanul Arifin, Minhajut Thalibin, Raudhatut Thalibin, Tahdzibul Asma' wal Lughat, dan At Taqrib, ini adalah ringkasan dari kitab Ibnu Shalah tentang ilmu hadits. Beliau menyusun 40 hadis Nawawi. Siapa yang tidak memilikinya? Siapa yang tidak menyebut An-Nawawi rahimahullah puluhan kali dalam sehari? Semua thalabatul illmi menyebutnya. Beliau menulis Zawa'idur Raudhah dan ini adalah buku Ushul Fiqih. Beliau mulai men-syarah Shahih Al-Bukhari tetapi beliau tidak pernah bisa menyelesaikannya. Itu akan menjadi buku yang hebat dan menakjubkan seperti milik Ibnu Hajar.

Suatu hari An Nawawi berkata: Aku menghabiskan dua tahun dalam hidupku, aku tidak pernah berbaring di atas kasur atau lantai. Maka mereka bertanya padanya: bagaimana kamu tidur An Nawawi? Dua tahun tak pernah berbaring di kasur mau pun lantai. Dia berkata saat aku lelah, aku bersandar di atas buku-bukuku dan tidur sejenak.

Manusia memiliki target/tujuan berbeda-beda. Kau akan menemukan orang-orang kekanak-kanakan yang ingin mengkritisi beliau, tapi tujuan orang-orang ini berbeda-beda. Sebagian orang menginginkan Firdaus, sebagian menginginkan A'raf, dan sebagian hanya menginginkan gerbang depan surga. Di usia 44 tahun, beliau melakukan untuk umat ini lebih dari yang kemungkinan jutaan kali dilakukan untuk umat ini...

Aku membayangkan an-Nawawi rahimahullah berbaring di kuburannya sekarang dengan senyum yang lebar di wajahnya. Setiap kali kita mengucap rahimahullah, dia mendapatkan ganjaran untuk itu. Setiap kali kita menggunakan ilmunya, ganjarannya mengalir, sedekah yang tidak pernah berhenti, sedekah jariah, dia duduk di kuburannya dan mendapatkan semua ganjaran itu.

Al Badr Ibn Jama'ah berkata suatu hari aku pergi mengunjungi An Nawawi dan aku tidak bisa menemukan tempat duduk. Dia membuat ruangan untukku melalui buku-bukunya dan ketika aku sudah duduk, dia masih mencari-cari dan mengejar buku-buku. Al Badr Ibn Jama'ah berkata: dia mengejar ilmu di dalam buku-bukunya seperti seorang ibu yang sedang mencari anaknya yang hilang, mencari, dan berjuang.

Sumber: http://id-omar.bloger.id/lihatlah-betapa-mengagumkannya-imam-nawawi.xhtml

Penulis: Ahmad Musa Jibril
Penerjemah: Ummu Hafsh
Editor: Muhammad Ibn Yusuf